Selasa, 24 Mei 2016

Hari ke-1





L APORAN KEGIATAN BIMBEL DI SEKOLAH DASAR KATHOLIK NOTRE DAME DALAM PENERAPAN MATA KULIAH
CHARACTER BUILDING BERSAMA
TEACH FOR INDONESIA


















Nama Kelompok:
I Gusti Bagus Agung Oka(1901469315)
Gagas Reka Baswara (1901470033)
Kevin Paramarta (1901468565)
Kevin (1901473092)
Nicolas Ryan (1901467505)
Yulian (1901461035)
Togarma Unggul Destinanda (1901456634)


UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
TAHUN 2016






BAB I
AWAL



Kelas : LC33 Dosen : Adie Erar Yusuf (D4664)
Waktu : Senin, 21 Maret 2016
Pukul : 07.00 – 08.10 (2 jam pelajaran)
Lokasi : SD Katholik Notre Dame, Jalan Puri Kembang Barat Raya Blok M
Puri Indah Jakarta Barat, 11610 DKI Jakarta.


Tim yang hadir :
Ketua : I Gusti Bagus Agung Oka (1901469315)
Anggota :
  1. I Gusti Bagus Agung Oka(1901469315)
  2. Gagas Reka Baswara (1901470033)
  3. Kevin Paramarta (1901468565)
  4. Kevin (1901473092)
  5. Nicolas Ryan (1901467505)
  6. Yulian (1901461035)
Tim yang tidak hadir:
  1. Togarma Unggul Destinanda (1901456634)

















BAB II
ISI


  1. Teori yang Diajarkan di Kelas
Kelompok kami terdiri dari 6 orang, kemudian dibagi lagi menjadi 2 kelompok. Kami mendapatkan kelas 4-C dan 4-D. Kelas 4-C dibawakan oleh I Gusti Bagus, Gagas Reka Baswara, dan Nicholas Ryan, sedangkan kelas 4-D dibawakan oleh Kevin, Kevin Paramarta, dan Yulian.


Di kelas 4-C, mata pelajaran yang telah diajarkan kepada murid kelas 4 SD ini adalah Bahasa Indonesia, sedangkan di kelas 4-D adalah mata pelajaran Matematika. Pelajaran Bahasa Indonesia yang kami ajarkan adalah mengenai pengumuman, ada bacaan yang dibawakan oleh beberapa siswa, kemudian siswa mengerjakan soal yang ada pada bacaan, dan membuat tugas pengumuman bertemakan kesehatan. Sedangkan pada pelajaran matematika, kami mengajar mengenai pecahan senilai. Kami memberikan contoh penghitungannya, kemudian kami memberikan beberapa soal sebagai tugas.


  1. Persiapan yang Kita Lakukan Agar Kegiatan Dapat Terlaksana
Kami tiba di sekolah pukul 06.30 WIB. Persiapan yang kita lakukan adalah kelompok kami berdiskusi dengan guru pembimbing di perpustakaan SD Notre Dame. Kemudian kami diberitahu oleh guru pembimbing dimana kelas yang akan kita bimbing. Di tempat itu juga kami belajar apa saja materi yang akan diajarkan kepada murid. Pembelajaran yang kami berikan cukup santai, hal ini bertujuan agar murid dapat menerima pelajaran dan materi secara mudah, dan juga agar murid dapat mempersiapkan pelajaran selanjutnya dengan pikiran yang jernih.
  1. Metode Pengajaran dan Hal Positif / Hal Kurang Baik
Metode pengajaran yang kami bawakan kepada murid berbentuk classroom. Ada beberapa hal positif dan hal yang masih kurang baik yang kami dapat, diantaranya :
    1. Hal positif dari metode classroom:
      • Murid cenderung santai karena cara kami membawa tidak bersifat kaku. Sehingga murid lebih mudah menerima materi yang kami ajarkan.
      • Murid bersama-sama dapat berdiskusi untuk mengerjakan soal yang kami bawakan.


    1. Hal yang masih kurang baik dari metode classroom:
      • Karena cara pengajaran kami cukup santai, maka murid cenderung lebih mudah untuk berisik dan mengalihkan tugas yang kami berikan.


  1. Pengukuran Kinerja dari Narasumber
Karena kami mengajar di kelas tanpa pengawasan dari guru, maka tidak ada guru yang menilai. Setelah itu dari guru kami mengatakan karena ada seorang yang tidak masuk, maka kegiatan ini kurang maksimal.



BAB III
PENUTUP


  1. Hasil Kegiatan
Dari masing-masing kelas, murid dapat mengikuti pelajaran dengan baik, walaupun dengan suasana kelas yang terkadang cukup berisik tetapi kami bisa mengatasi murid-murid agar dapat kembali belajar dengan baik.
  1. Kesimpulan tiap kegiatan
Dari hasil kesimpulan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mengajar di sekolah. Banyaknya masalah seperti keributan di kelas dapat kami pelajari seperti guru-guru pembimbing yang sudah berpengalaman dalam mengajar.
  1. Perbaikan yang dilakukan selanjutnya
Selalu datang tepat waktu dipertemuan berikutnya,tidak membuang-buang waktu jam pelajaran (Selalu membahas soal dan mengajari murid-murid yang ingin bertanya dan kurang mengerti).
  1. Jumlah murid setiap kelas terdiri dari 20 murid.
  2. Evaluasi
Dari kelompok kami, kami telah mengevaluasi beberapa hal:
    1. Evaluasi eksternal
Dari pihak sekolah, tidak ada komentar yang diberikan mengenai pengajaran kami, karena kami tidak dibimbing saat praktek sedang berlangsung. Tetapi saat briefing, kami diingatkan untuk lebih mendekat dengan murid-murid dan diberitahu bagaimana cara mengajar murid dengan baik.
b. Evaluasi internal

Dari kami yang hadir, hampir semuanya menepati waktu yang telah ditentukan. Dalam lapangan, semua anggota tim telah menyampaikan dengan baik. Penerapan di lapangan juga sudah baik oleh semua anggota tim yang hadir. Untuk kesopanan dan perilaku kami juga sudah sesuai dengan yang diharapkan..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar